Sabtu, 04 Juli 2015

Manfaat Pisang Untuk Kesehatan

Manfaat Pisang Untuk Kesehatan


Manfaat pisang terutama terletak pada buahnya. Buah pisang ternyata memiliki manfaat bagi kesehatan. Buah pisang bermanfaat mengurangi risiko kanker kolorektal, kanker payudara, serta karsinoma sel ginjal.

Buah pisang mengandung vitamin B6, vitamin C, dan kalium dalam jumlah besar. Tingginya kandungan kalium buah pisang dimanfaatkan oleh beberapa orang untuk memulihkan kondisi tubuh sehabis beraktifitas fisik yang berat. Nutrisi lain yang terkandung dalam buah pisang antara lain vitamin B1, B2, B3, asam folat, kalsium, magnesium, besi, dan zinc. Hal ini menunjukkan bahwa manfaat buah pisang bagi kesehatan tidak dapat diabaikan.

CARA OBAT BEKERJA DALAM MENYEMBUHKAN PENYAKIT

CARA OBAT BEKERJA DALAM MENYEMBUHKAN PENYAKIT


Sebelum kita membahas tentang cara suatu obat bisa menyembuhkan penyakit, terlebih dahulu kita akan membahas sedikit tentang penyakit. Secara garis besar, penyakit dapat dikelompokkan ke dalam :
  1. Penyakit infeksi **** yakni penyakit yang terjadi karena adanya infeksi atau serangan makhluk hidup yang biasa kita kenal dengan kuman di dalam tubuh kita. Karena penyebabnya adalah makhluk hidup, maka tingkat keparahannya sangat ditentukan oleh ganas atau tidaknya serta jumlah dari kuman ini . Kuman bisa berkembang biak dengan cara dan kecepatan yang menakjubkan ( dalam hitungan jam ) . Jika tidak ada upaya yang dilakukan untuk membasmi kuman ini dari tubuh, maka jumlah mereka yang semakin banyak akibat berkembang biak, akan memperparah penyakit. Kuman sendiri bisa dikelompokkan menjadi beberapa golongan, antara lain bakteri, virus, jamur, dan parasit. Contoh penyakit infeksi antara lain hepatitis, TBC, infeksi saluran kencing, dan lain-lain.
  2. Penyakit non infeksi **** yaitu penyakit yang tidak berkaitan dengan kuman. Walaupun beberapa penyakit ini bisa diawali oleh infeksi kuman. Contohnya infeksi kuman pada hati menyebabkan hati menjadi rusak. Rusaknya hati ini berakibat pada terganggunya fungsi hati pada periode selanjutnya walaupun kuman penyebab awalnya telah dimusnahkan. Penyakit non infeksi adalah penyakit yang berkaitan dengan gangguan fungsi normal dari tubuh. Misalnya kerusakan ginjal, jantung, hipertensi, dan lain sebagainya. Penyebabnya bisa bermacam-macam seperti trauma ( kecelakaan ), kurang minum ( gangguan ginjal ), keracunan obat atau bahan kimia ( ginjal, hati, paru-paru ), dan sebagainya.
Salah satu tujuan utama dari penggunaan obat adalah untuk menyembuhkan penyakit. Mengacu kepada jenis penyak di atas maka tentu saja obat bisa dikelompokkan ke dalam dua golongan tersebut, yakni :
  • Obat untuk penyakit infeksi **** Tujuan dari pemakaian obat ini adalah untuk membunuh kuman/ infektan sebagai penyebab penyakit. Kelompok obat ini dikenal dengan antiinfeksi/ antibiotik. Antibiotik yang ideal adalah obat yang secara spesifik hanya bekerja membunuh kuman tanpa mempengaruhi fungsi tubuh manusia tempat kuman hidup. Dengan terbunuhnya kuman maka perkembangan penyakit akan terhenti dan proses penyembuhan akan cepat. Karena yang dihadapi oleh obat ini adalah makhluk hidup yang bisa berkembang biak, maka kerja obat akan berpacu dengan kemampuan hidup dan berkembang biaknya kuman. Sehingga hal yang sangat penting diperhatikan dalam menggunakan obat antibiotik adalah jangan sampai terlewatkan dosisnya. Misalnya ketika kita lupa minum obat yang seharusnya tiap 12 jam menjadi tiap 24 jam, maka dalam waktu 12 jam kekosongan obat dalam tubuh, kuman bisa berkembang biak menjadi lebih banyak. Hal yang sama bisa juga terjadi ketika kita minum obat kurang dari dosis yang seharusnya. Misalkan dosis ampuhnya obat 500 miligram ( berdasarkan hasil penelitan ), jika kita hanya minum 250 miligram tentu saja tidak efektif.Contoh obat kelompok ini adalah amoksisilin, ampisilin, eritromisin, siprofloksasin, etambutol, asiklovir, dan lain-lain.
  • Obat untuk penyakit non infeksi **** Obat ini bekerja dengan jalan mengembalikan fungsi normal dari organ tubuh yang terganggu. Misalnya ketika  terjadi gangguan dalam fungsi ginjal, maka obat akan bekerja dengan memperbaiki gangguan tersebut. Kalau pada penyakit infeksi, perkembangan penyakitnya bisa sangat cepat, maka penyakit non infeksi berkembangannya tidak secepat itu. Walaupun begitu, kepatuhan dalam meminum obat ini tetap diperlukan terutama untuk penyakit-penyakit tertentu sepertu hipertensi, diabetes, jantung, dan lain-lain. Contoh obatnya adalah glibenklamid, captopril, nifedipin, paracetamol, aspirin, dan lain-lain.

OBAT GENERIK DAN OBAT PATEN, sama atau berbeda ?

OBAT GENERIK DAN OBAT PATEN, sama atau berbeda?


Beberapa tahun yang lalu ketika saya masih bekerja di apotek, sering saya jumpai pasien yang sangat fanatik dengan satu nama obat tertentu. Beberapa dari mereka terkadang telah mendatangi 3,4 atau 5 buah apotek hanya untuk mencari obat dengan nama yang sesuai/ persis dengan yang tertera di dalam resep mereka. Sebagai mana kita ketahui bahwa obat yang tertulis di resep lebih banyak dalam nama dagangnya dibandingkan nama generiknya. Kerena saya berprofesi sebagai seorang apoteker/ farmasis yang memang memfokuskan diri untuk menggeluti tentang obat, terkadang saya merasa prihatin dengan apa yang sebagian pasien/konsumen obat alami tersebut. Rasa prihatin saya timbul karena seharusnya pasien tersebut tidak perlu melakukan itu. Mereka tidak mutlak harus menggunakan obat dengan nama yang persis sama dengan yang ada di resep. Saya dan teman-teman lain yang bekerja di apotek bukannya diam saja, melainkan kami selalu menyikapi kondisi ini dengan memberikan informasi kepada pasien tersebut sebagai mana seharusnya. Sebagian pasien bisa menerima, sebagian lain tidak. Saya berupaya untuk berbaik sangka, barang kali mereka bersikap seperti itu karena belum memahami dengan paripurna tentang obat yang sedang mereka gunakan.
Kejadian seperti di atas semestinya tidak perlu terjadi jika seluruh pengguna obat memahami dan mengenal obat dengan baik. Salah satu cara mengelompokkan obat yakni dari nama obat tersebut dijual di pasaran. Obat dapat dikelompokkan ke dalam obat generik, obat bermerek. Obat bermerek ini bisa dibedakan lagi menjadi generik bermerek dan orisinil.
  • Obat bermerek orisinil **** Untuk lebih mudahnya kita sampaikan dalam contoh berikut. Amoksisilin 500 mg adalah obat yang dikenal sangat luas oleh masyarakat. Obat ini pertama kali diproduksi oleh penemu pertamanya dengan nama Amoxil ( nama patennya ). Sesuai dengan peraturan tentang paten khususnya dalam bidang farmasi, dalam jangka waktu tertentu ( misalnya selama 20 tahun ), amoksisilin dengan nama Amoxil ini saja yang bisa dipasarkan ke masyarakat. Ini tentunya merupakan upaya untuk menghargai hak cipta bagi penemu yang memang telah mengeluarkan upaya yang sangat besar untuk menemukan obat tersebut baik waktu, tenaga dan biaya. Dengan perlindungan seperti itu diharapkan modal yang dikeluarkan dalam upaya menemukan obat tadi bisa kembali ditambah dengan keuntungan tentunya. Amoxil ini yang kita sebut obat bermerek orisinil atau paten.
  • Obat generik bermerek **** berdasarkan pengalaman saya selama ini, yang dianggap obat paten oleh masyarakat kebanyakan adalah obat generic bermerek ini. Memang nama obat tersebut adalah nama paten mereka masing-masing. Tapi ada yang agak kurang pas dipahami oleh sebagian orang bahwa terkadang mereka menganggap bahwa paten artinya poten atau ampuh. Contoh obat dalam kategori ini yang paling banyak. Kita ambil contuh amoksisilin 500 mg tadi. Setelah masa hak patennya habis ( umpamanya setelah 20 tahun ), maka pabrik manapun bisa membuat produk obat yang mengandung amoksisilin tadi. Mungkin karena obat ini sangat banyak dibutuhkan, maka di Indonesia produk obat dengan kandungan amoksisilin ini diproduksi oleh banyak pabrik. Ada lebih dari sepuluh obat yang mengandungamoksisilin dengan dosis yang sama, misalnyaamoxsan, kalmoxilin, kimoxil, dan lain sebagainya. Ditinjau dari segi khasiat, karena obat yang dikandung dan dosisnya sama, tentunya khasiatnya akan sama pula. Indonesia memiliki sekitar 200 san pabrik obat dengan jumlah obat yang beredar sekitar 16 ribuan merek.
  • Obat generik **** Kelompok obat ini terkadang masih dipandang sebelah mata oleh sebagian masyarakat. Harganya yang murah sering membuat orang ragu akan khasiatnya. Obat generik adalah obat yang dijual dengan nama sesuai dengan nama obat yang dikandungnya. Contonya adalah Amoksisilin dijual juga dengan nama amoksisilin. Produk dengan nama generik inipun diproduksi oleh lebih dari satu pabrik obat. Hukum pasar akan berlaku, ada permintaan maka akan ada suplai. Selagi obat tersebut bakal laku, maka pabrik tentu akan semangat untuk memproduksinya. Berbeda dengan dua kelompok sebelumnya, obat generik mendapat subsidi dari pemerintah sehingga harga penjualannya bisa lebih murah ( harga penjualannya juga diatur pemerintah ). Tantang khasiat selagi kandungan obatnya sama, maka khasiatnya tentunya sama pula.
Untuk harga obat pada dua kelompok pertama diserahkan kepada pabrik produsennya sehingga terkadang terdapat variasi harga yang jukup mencolok baik antara sesama produk obat bermerek terlebih lagi jika dibandingkan dengan obat generik. Kalau kita urutkan, maka yang paling mahal adalah obat bermerek orisinil, diikuti oleh generik bermerek dan yang paling murah adalah obat generik. Terkadang harga obat generik bisa mencapai seperlima atau bahkan ada yang sepersepuluh obat bermerek. Suatu perbandingan harga yang menurut saya sangat tidak wajar. Benar kata iklan layanan masyarakat yang disampaikan oleh pemeritah “ yang penting dalam menggunakan obat adalah kandungan obatnya, bukan mereknya “.

Selasa, 23 Juni 2015

DEMAM BERDARAH ATAU TIFUS?

Kumpulan.info - Gejala penyakit demam berdarah atau DBD dantifus memiliki beberapa kesamaan. Kedua penyakit ini ditandai dengan demam yang cukup tinggi sehingga mengganggu aktivitas penderitanya. Jika salah mengetahui jenis penyakit yang diderita bisa mengakibatkan kesalahan penanganan pada penderita, bahkan dapat menyebabkan kematian. Apa saja perbedaan antara penyakit demam berdarah dan tifus?

Penyebab

  • Demam Berdarah

    Demam berdarah disebabkan oleh virus Dengue, itulah sebabnya penyakit ini disebut juga dengan Demam Berdarah Dengue yang disingkat menjadi DBD. Ada 4 jenis virus Demam Berdarah, itulah sebabnya pada beberapa kasus penderita demam berdarah yang satu menunjukkan gejala yang berbeda dengan penderita Demam berdarah lainnya. Penyakit ini menular dari satu penderita ke penderita lainnya melalui nyamuk aedes aegypti. Nyamuk ini biasa menggigit pada siang hari. Nyamuk yang mengisap darah dari penderita DBD kemudian menggigit orang lain yang sehat membuat virus yang ada berpindah ke orang yang sehat dan akan menyebabkan orang tersebut menderita Demam Berdarah.
  • Tifus

    Tifus disebabkan oleh bakteri yang bernama Salmonella typhi. Bakteri ini ada pada berkembang cepat pada tempat-tempat yang kotor. Penyebaran bakteri ini dibantu oleh serangga-serangga pembawa bakteri seperti lalat atau serangga lainnya. Bakteri ini bisa ada pada makanan atau minuman dan akan masuk ke tubuh orang yang mengkonsumsinya. Itulah penyebab seseorang bisa terkena tifus.

Bagian yang Diserang

  • Demam Berdarah

    Virus demam berdarah menyebabkan terjadinya pendarahan pada organ tubuh penderitanya. Bintik merah yang biasa muncul pada penderita menunjukkan adanya pendarahan dalam tubuhnya. Jika sudah parah, pendarahan dapat terjadi pada organ-organ penting yang dapat menyebabkan kematian.
  • Tifus

    Bakteri tifus menyerang usus sehingga menyebabkan luka pada usus. Selanjutnya akan menyerang hati, limpa dan kantung empedu.

Gejala

  • Demam Berdarah

    Pada penderita demam berdarah, gejala-gejala yang biasa ditemui adalah:
    • Panas tinggi, umumnya > 38 derajat Celcius.
    • Badan pegal-pegal atau nyeri otot, sakit kepala, menggigil, buang-buang air atau muntah.
    • Muncul bintik-bintik merah. Gejala ini mungkin tidak muncul jika demam yang dialami baru sebentar. Cara melihat bintik merah ini dengan tes tourniquet yaitu dengan menjepit pembuluh darah mirip seperti saat Anda hendak memeriksa tekanan darah. Setelah tahap ini, biasanya bintik merah akan terlihat.
    • Setelah hari ketiga, biasanya demam akan turun dan penderita mungkin merasa sudah sembuh tetapi setelah itu demam dapat menyerang kembali. Pada masa ini sebaiknya berhati-hati agar tidak menganggap sudah sembuh dan tidak menjaga kesehatannya.
  • Tifus

    Pada penderita tifus, gejalanya adalah sebagai berikut:
    • Awalnya, demam yang dialami tidak terlalu tinggi dan suhu akan terus meningkat bertahap sampai > 38 derajat Celcius.
    • Khususnya pada malam hari, suhu akan meningkat dan akan turun pada pagi hari. Inilah yang membedakan demam tifus dengan demam pada demam berdarah.
    • Nyeri perut dan diare.
    • Batuk dan sakit tenggorokan.

Pemeriksaan

Cara paling tepat untuk mengetahui apakah seseorang menderita demam berdarah atau tifus adalah dengan melakukan pemeriksaan. Berkonsultasi dengan dokter dan biasanya untuk memastikan, dokter akan meminta untuk melakukan pemeriksaan darah. Dengan mengambil darah penderita bisa diketahui secara pasti penyakit apa yang diderita.
  • Demam Berdarah

    Pada pasien demam berdarah, pemeriksaan dilakukan dengan memeriksa jumlahtrombosit. Jika trombosit menurun, biasanya < 100.000/ul, seseorang akan didiagnosis mengalami demam berdarah. Tetapi, jika demam baru satu hari belum bisa diketahui karena jumlah trombosit yang masih normal. Pada kasus seperti ini, Anda dapat berkunjung kembali ke dokter untuk memeriksa jumlah trombosit jika masih mengalami demam. Pada pemeriksaan yang lebih canggih, dapat diketahui apakah darah mengandung virus dengue atau tidak. Jadi, jika jumlah trombosit masih normal tetapi pada darah positif mengandung virus dengue berarti Anda mengalami demam berdarah.
  • Tifus

    Untuk mengetahui apakah Anda mengalami tifus atau tidak, maka akan dilakukan tesWidal. Yang diperiksa pada tes ini adalah apakah pada darah mengandung antibodi terhadap bakteri Salmonella typhi. Jika hasil menunjukkan > 1/160 berarti Anda menderita tifus. Pemeriksaan lain dapat dilakukan dengan memeriksa tinja penderita karena pada tinja penderita tifus mengandung bakteri Salmonella typhi.

Pengobatan

  • Demam Berdarah

    Tidak ada obat khusus untuk mengobati penderita demam berdarah karena tidak ada vaksin untuk membunuh virus dengue. Hal yang dapat dilakukan adalah dengan menjaga agar penderita tidak mengalami dehidrasi. Jika penderita tidak dapat makan dengan baik, mengalami diare atau muntah, ada baiknya penderita dirawat di rumah sakit agar dapat dibantu dengan infus sehingga daya tahan penderita lebih kuat. Pada penderita demam berdarah tidak ada pantangan makanan.
  • Tifus

    Untuk pengobatan tifus, biasanya akan diberikan antibiotik untuk membunuh bakteri. Untuk menyembuhkan usus yang luka, makanan yang dimakan tidak boleh keras agar tidak memaksa kerja usus yang sedang sakit. Nasi tim atau bubur menjadi makanan yang dikonsumsi penderita. Hindari juga makanan yang asam dan pedas.

Cara Pencegahan

  • Demam Berdarah

    Seperti yang sering didengungkan, untuk mencegah, khususnya mecegah perkembangbiakan nyamuk aedes aegypti yang merupakan sarana penularan demam berdarah adalah dengan melakukan gerakan 3 M. Yang dimaksud gerakan 3 M adalah Menguras bak mandi minimal 1 minggu sekali, menutup tempat penampungan air, dan mengubur barang-barang bekas yang tidak terpakai yang berpotensi menjadi tempat genangan air hujan.
  • Tifus

    Sedangkan untuk mencegah tifus adalah dengan menjaga lingkungan tetap bersih sehingga bakteri tifus tidak dapat berkembang biak. Pilihlah makanan dan minuman yang bersih untuk dikonsumsi.
Selain itu, penting menjaga kondisi tubuh tetap fit. Dengan daya tahan tubuh yang kuat mencegah penyakit demam berdarah atauDBD dan tifus menimpa kita.

Senin, 22 Juni 2015

MENGATASI KEJANG DEMAM PADA ANAK
Kumpulan.info - Pada saat anak sakit, pikiran kuatir menjadi hal yang akan dialami oleh orang tua. Apalagi jika suhu anak meninggi dan demam, terlebih jikademam disertai dengankejang-kejang. Demam kejang biasa terjadi pada sebagian anak. Sekitar 5% anak dari usia 6 bulan sampai 6 tahun mengalami hal ini, terutama jika orangtua memiliki riwayat kejang demamserupa sewaktu kecil. Anak yang mengalami kejang tentu akan membuat panik orang tua. Apa yang harus dilakukan apabila anak mengalami demam kejang?
Kejang demam adalah kejamg yang terjadi ketika seorang bayi atau anak mengalami demam yang bukan disebabkan dari infeksi sistem saraf pusat. Kejang pada anak perlu mendapat perhatian karena kejang dapat terjadi berulang kali dan membahayakan. Jika anak terlalu sering mengalami kejang demam, hal ini dapat merusak sel-sel otak pada anak.

Jenis Kejang Demam

Berdasarkan lama terjadinya kejang dan seberapa sering terjadinya, kejang dibedakan menjadi:
  • Kejang Demam Sederhana

    Yaitu kejang yang terjadi pada seluruh tubuh dengan lama waktu terjadinya kejang kurang dari 10 menit dan tidak terjadi lagi dalam kurun waktu 24 jam.
  • Kejang Demam Kompleks

    Yaitu kejang lokal (tidak terjadi pada seluruh tubuh) yang biasa terjadi pada area lengan dan tungkai kaki. Kejang kompleks berlangsung selama lebih dari 10 menit dan terjadi lebih dari 1 kali dalam kurun waktu 24 jam.

Apakah Anak Saya Kejang Demam?

Apabila Anda menduga anak mengalami kejang, untuk memastikannya dapat dicoba dengan melakukan hal ini:
  • Jika anak dalam posisi lengan tertekuk pada siku, maka dengan perlahan coba luruskan lengan anak. Jika lengan dengan mudah dapat diluruskan berati anak tidak mengalami kejang.
  • Jika anak dalam posisi lengan lurus, maka coba secara perlahan tekuk lengan anak. Jika dengan mudah dapat ditekuk berarti anak tidak mengalami kejang.
  • Sebaliknya, jika lengan sulit diluruskan atau sulit untuk ditekuk, kemungkinan besar anak mengalami kejang.

Tips Hadapi Kejang Demam

Berikut ini beberapa tips yang sudah terbukti untuk menghadapi anak kejang:
  • Panik adalah hal yang akan dialami jika orangtua anak mereka mengalami kejang. Namun, kepanikan tidak membuat keadaan lebih baik. Untuk menghadapi anak yang mengalami kejang, lakukan hal berikut:
  • Tenangkan diri Anda.
  • Jika anak dalam posisi tidur telentang, miringkan tubuh anak ke salah satu sisi.
  • Jangan memberikan minuman apapun pada saat anak mengalami kejang karena minuman dapat menyebabkan cairan masuk ke dalam paru-paru.
  • Jika ada, berikan obat untuk meredakan kejang untuk pertolongan pertama. Obat ini biasa dimasukkan melalui dubur. Jika anak Anda pernah mengalami kejang, tanyakan pada dokter obat untuk meredakan kejang tersebut dan selalu siapkan persediaan obat di rumah.
  • Bawa segera ke tempat pelayanan kesehatan seperti klinik atau rumah sakit agar dapat segera ditangani.
Trik Menghindari Terkena Flu


Apotik Levina

Flu, penyakit yang sangat umum terjadi ketika tubuh sedang fit. Perubahan cuaca, kelelahan, membuat sistem kekebalan tubuh melemah dan berpotensi terserang flu. Walau saat ini Anda merasa sehat, tidak ada salahnya bukan melakukan pencegahan. Berikut ini trik-trik untuk menangkal flu.

Cuci tangan
Ingat, tangan adalah sarang virus, kuman, dan bakteri. Bisa saja virus flu mulai menyebar dari tangan Anda. Karenanya, cuci tangan dengan benar dan rutin, Gunakan sabun dan air mengalir. Pastikan untuk menggosok seluruh bagiannya selama 15 sampai 20 detik.

Hindari orang banyak
Flu dapat menular melalui udara. Sebisa mungkin tutupi  wajah Anda ketika ada seseorang dekat Anda yang bersin.  Selain itu, ketika Anda sedang flu sebaiknya Anda menghindari keramaian atau memakai masker untuk mencegah penularan.

Tetap terhidrasi
Membran dalam hidung dan tenggorokan memerangkap  virus dan mengeluarkan mereka dalam bentuk lender. Minumlah banyak cairan dan menggunakan obat kumur untuk menjaga membran Anda dalam kondisi siap siaga melawan virus.

Konsumsi vitamin
Vitamin C mungkin tidak melawan pilek, tetapi beberapa ahli tetap menyarankan untuk mengonsumsinya  supaya menjaga Anda tetap sehat selama musim flu.
Vitamin D dan selenium juga dapat mencegah flu. Makanan seperti jus jeruk atau yogurt biasanya diperkaya dengan vitamin D.
TENTANG KAMI

Apotik Levina beralamat di Jalan Raya no.13 Lasem Jawa Tengah, yang menawarkan kemudahan dan kenikmatan belanja obat dengan Cepat, Aman dan Nyaman.
Apotik Levina menyediakan berbagai macam obat bebas (OTC) dan obat resep (Ethical) serta produk lain yang berhubungan dengan kesehatan.